Daftar Berita

Informasi dan berita terkini PAUD Tana Tidung

Diikuti Ratusan Anak Usia Dini, Tana Tidung Kids Got Talent Diapresiasi Inovatif Tangani Miskonsepsi Capaian Di PAUD
27 Aug 2024
1 year ago

Diikuti Ratusan Anak Usia Dini, Tana Tidung Kids Got Talent Diapresiasi Inovatif Tangani Miskonsepsi Capaian Di PAUD

Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-17 Kabupaten Tana Tidung dan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, Tana Tidung Kids Got Talent kembali hadir. Kini sudah memasuki tahun ketiga. Kali ini, lebih dari 300 anak usia dini unjuk kreativitas di hadapan para pengunjung Irau 7 Tana Tidung. Sebagai bentuk apresiasi dan syukur atas 17 tahun Kabupaten Tana Tidung, jumlah hadiahnya juga ditingkatkan. Tahun ini, total hadiahnya mencapai Rp. 49.000.000 (Empat Puluh Sembilan Juta Rupiah).   Tana Tidung Kids Got Talent merupakan salah satu program prioritas Bunda PAUD dalam rangka mengakselerasi akses PAUD Berkualitas.  Ajang kreativitas peserta didik ini sekaligus sebagai wadah yang mengakomodir keberagaman bakat anak. "Anak-anak yang kita didik hari ini adalah masa depan kabupaten Tana Tidung. Merekalah yang akan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa akan datang. Mereka membutuhkan stimulasi yang tepat agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan terbangun sejak dini." kata Vamelia, Bunda PAUD Tana Tidung, pada Selasa (27/08/2024). Bunda PAUD menyadari bahwa setiap anak punya potensi dan kecerdasan. Kecerdasan itu beragam. Tidak selalu tentang matematika. Beberapa di antaranya kecerdasan visual, kecerdasan verbal, kecerdasan logis, dan kecerdasan kinestetik.  "Anak membutuhkan wadah untuk menunjukkan talenta yang mereka miliki sejak dini. Mereka butuh ruang untuk berekspresi. Oleh karena itu, Tana Tidung Kids Got Talent hadir sebagai bentuk kemerdekaan bermain belajar bagi anak usia dini di Tana Tidung" tambahnya. Maslichah Raichatul Janah, M.Psi., Psikolog mengapresiasi gelaran kreativitas tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Tana Tidung Kids Got Talent ini mampu mengasah bakat anak sejak dini. Tidak hanya kecerdasan kognitif tetapi juga jenis kecerdasan lainnya atau disebut dengan multiple intelegence. "Ajang ini menjadi media yang inovatif untuk menangani miskonsepsi capaian pembelajaran di PAUD yang fokus pada baca, tulis, dan hitung. Dengan adanya Tana Tidung Kids Got Talent, bisa memberikan pemahaman bahwa kecerdasan lainnya juga perlu diasah" pungkasnya.      

Baca Selengkapnya
Kolaborasi Berbasis Ekosistem Lokal Jadi Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan Kalimantan Utara
25 Aug 2024
1 year ago

Kolaborasi Berbasis Ekosistem Lokal Jadi Solusi Peningkatan Mutu Pendidikan Kalimantan Utara

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Kalimantan Utara, Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim mendorong kolaborasi berbasis ekosistem lokal. Hal tersebut dikemukakan Vamelia saat didaulat sebagai narasumber Seminar Akademik yang digelar Universitas Terbuka Tarakan, pada Jumat (23/08/2024). Kolaborasi yang dimaksud meliputi lintas sektor dan lintas jalur. Pendidikan tidak bisa hanya diserahkan kepada dinas atau organisasi pendidikan di daerah. Tetapi dukungan dari pihak lain juga dibutuhkan. Selain itu, kolaborasi tiga jalur pendidikan juga perlu dilakukan. "Pendidikan adalah sebuah sistem. Ada pendidikan formal. Ada pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Ketiganya perlu berkolaborasi. Ini bisa dilakukan apabila kita menuju kepada tujuan yang sama yang merujuk pasa Visi Misi Kepala Daerah untuk mengatasi sebuah tantangan" jelas Vamelia. Salah satu tantangan yang dihadapi yaitu learning loss. Hasil riset Kemendikbud Ristek RI tahun 2021 menunjukkan adanya kemunduran kemampuan literasi akibat belajar dari rumah di masa pandemi. Tidak mengikuti PAUD sebelum SD merupakan faktor paling dominan. Hal ini mengakibatkan rendahnya kompetensi anak hingga berdampak pada rendahnya produktivitas di masa depan. Untuk menangani tantangan tersebut, Vamelia melakukan akselerasi akses PAUD Berkualitas melalui berbagai inovasi dengan melibatkan berbagai pihak.PAUD yang berkualitas diyakininya mampu meningkatkan minat orang tua menyekolahkan anaknya di PAUD sebelum SD. Menurutnya guru merupakan kunci mewujudkan PAUD Berkualitas. Ia pun melakukan inovasi diantaranya Guru Sejahtera dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Pemerintah Desa untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.  Selanjutnya Guru Kompeten dengan meningkatkan kompetensi guru melalui Diklat Berjenjang dan studi inovasi di luar daerah. Guru Sarjana dengan memberikan beasiswa S1 PAUD bagi seluruh guru yang belum sarjana melalui kerjasama Universitas Terbuka Tarakan, Dinas Pendidikan, dan Dewan Pendidikan. Bentuk kolaborasi berbasis ekosistem daerah lainnya yang dilakukan melalui Satu Desa Satu Taman Bacaan Masyarakat. Vamelia yang juga Ketua PKK melibatkan berbagai instansi dan organisasi. Ia pun melakukan advokasi terbitnya Peraturan Kepala Daerah yang mengatur penggunaan anggaran desa untuk peningkatan literasi. Kolaborasi sekolah sebagai pendidikan formal dengan TBM sebagai pendidikan nonformal menjadi bagian dari upaya penanganan learning loss.  Upaya yang dilakukan di Tana Tidung tersebut mendapat apresiasi dari peserta seminar. Andi, wisudawan S1 Manajemen mengatakan bahwa gagasan dan pengalaman Vamelia merupakan strategi yang tepat sasaran. Hal senada juga dikemukakan Muhammad Tang. Ia mengapresiasi atas konsitensi Bunda PAUD Tana Tidung mengawal sebuah program dari awal hingga akhir sehingga sesuatu tidak jalan di tempat tetapi mengalami peningkatan. "Kita butuh orang seperti itu yang betul-betul memperhatikan perkembangan suatu program. Bagusnya lagi, beliau punya banyak inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Saya harap ini juga dilakukan di daerah lainnya di Kalimantan Utara" harapnya.

Baca Selengkapnya
Festival Literasi Tana Tidung Diharapkan Lejitkan Kreatifitas Anak
13 Aug 2024
1 year ago

Festival Literasi Tana Tidung Diharapkan Lejitkan Kreatifitas Anak

Bunda Literasi Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E. menyambut baik dan mengapresiasi atas diselenggarakannya Festival Literasi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung. Ajang kreavititas siswa ini merupakan bentuk perayaan literasi yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-17 Kabupaten Tana Tidung dan HUT ke-79 Republik Indonesia.  Menurut Vamelia, Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung berkomitmen meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. SDM yang berkualitas apabila memiliki pendidikan dan kesehatan yang baik. Oleh karena itu ada program KTT Pintar dan KTT Sehat.  "Pendidikan yang baik yaitu pendidikan yang mengembangkan kemampuan literasi. Hanya dengan memiliki kemampuan literasi, kita dapat mempelajari semua mata pelajaran. Saat ini tidak ada lagi ujian sekolah atau ujian nasional menggunakan mata pelajaran di setiap jenjang. Mulai SD, SMP, hingga SMA. Yang dinilai saat ini ialah kemampuan literasi dan numerasi" jelas Vamelia saat membuka acara Festival Literasi, pada Selasa (13/08/2024). Vamelia melanjutkan bahwa literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca yang tersurat tetapi juga yang tersirat. Literasi tidak hanya membaca kata demi kata tetapi juga merangkai kata demi kata yang bermakna. Literasi tidak hanya mampu mendapatkan informasi tetapi juga mengolah dan menggunakannya untuk menghasilkan hal baru. Maka orang yang memiliki kemampuan literasi akan menjadi kreatif. Ia bisa membuat hal-hal baru. Seperti cerita pendek, puisi, dan pantun yang dilombakan pada ajang tersebut. "Maka Festival Literasi ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan kemampuan literasi yang anak-anakku miliki. Saya meyakini anak-anakku di Tana Tidung memiliki bakat dan kemampuan yang tidak kalah hebat dari daerah lainnya. Dengan terus berlatih dan pantang menyerah, akan lahir para penulis hebat di Tana Tidung. Para guru SD Tana Tidung sudah membuktikan. Karyanya berupa buku besar atau Big Book telah dicetak dan disebarkan ke seluruh Indonesia" jelas Vamelia. Salah satu upaya yang dilakukan Vamelia untuk meningkatkan literasi di Tana Tidung ialah mendirikan Taman Bacaan Masyarakat di semua Desa di Tana Tidung. Baru-baru ini, TBM di Tana Tidung juga mendapatkan bantuan buku bacaan baru dan bermutu dari Perpustakaan Nasional. Vamelia pun mengajak peserta didik di Tana Tidung manfaatkan buku tersebut untuk melejitkan kemampuan literasinya. Hasil Asesmen Nasional menunjukkan bahwa pada tahun 2021, hanya 43% siswa SD yang telah mencapai batas kompetensi minumun untuk literasi membaca. Namun dengan berbagai upaya yang dilakukan termasuk mendirikan TBM yang berkolaborasi dengan sekolah, di tahun 2023 sudah mencapai 53%.  "Mari terus kita tingkatkan capaian ini hingga seluruh anak di Tana Tidung memiliki kemampuan literasi yang mumpuni" tutup Vamelia.

Baca Selengkapnya