Daftar Berita
Informasi dan berita terkini PAUD Tana Tidung
Guru TK Tana Tidung Belajar Ke Singapura Melalui Program School Leadership Workshop 2.0
Zainul Arifin, Guru TK Negeri Pembina Tana Tidung akan melakukan kunjungan belajar ke Singapura pada tanggal 16-20 September 2024 mendatang. Zainul lulus seleksi School Leadership Workshop 2.0 (SLW 2.0) Tahun 2024 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI kerjasama National Institute of Education Singapore. Melalui program ini, Zainul akan belajar di Universitas Pendidikan Singapura tersebut tentang pengembangan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan, kemampuan dalam pengembangan kompetensi berkelanjutan (professional development), komunitas belajar (professional learning communities), serta metode pengajaran dan pembelajaran. Untuk mengikuti program ini, Zainul harus melalui rangkaian seleksi. Seleksi berupa administrasi, esai portofolio, dan wawancara. Peserta seleksi adalah semua Guru Penggerak se-Indonesia. Pada seleksi SLW 1.0 diikuti 375 peserta. Pada seleksi tersebut terpilih 91 peserta untuk mengikuti seleksi selanjutnya berupa seleksi wawancara hingga terpilih 50 peserta terbaik se-Indonesia yang akan mengikuti kegiatan SLW 2.0 di Singapura. Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim mengapresiasi atas prestasi yang diraih guru PAUD Tana Tidung. Menurutnya, belajar di salah satu kampus pendidikan terbaik di dunia ini merupakan kesempatan yang perlu dimanfaatkan dengan baik. "Selamat dan sukses untuk Pak Zainul mengikuti School Leadership Workshop di Singapura. Raih ilmu dan terapkan di Tana Tidung. Kepada guru lainnya, saya harap juga mengikuti program serupa. Mulai dari program Pendidikan Guru Penggerak hingga mengikuti School Leadership Workshop" jelas Vamelia.
Ketua HIMPAUDI Kaltara Hingga Direktur Guru PAUD dan Dikmas Harap Inovasi Bunda PAUD Tana Tidung Diterapkan Di Daerah Lainnya
Upaya percepatan penurunan stunting di Tana Tidung mendapat apresiasi. Ketua Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia Provinsi Kalimantan Utara, Hj. Trianingsih Widiati. S. Hut. MAP mengharapkan agar berbagai program yang dilakukan Bunda PAUD Tana Tidung menginspirasi dan diterapkan di daerah lainnya utamanya di Kalimantan Utara. Hal serupa dikemukakan Direktur Guru PAUD dan Dikmas Kemendikbud Ristek RI, Dr. Santi Ambarukmi, M.Ed. Menurutnya inovasi yang dilakukan Bunda PAUD Tana Tidung dalam mengimplementasikan Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) menjadi praktik baik yang perlu dicontoh daerah lainnya. "Saya terkesan dengan upaya Bunda PAUD Tana Tidung dalam penanganan stunting, serta peningkatan kompetensi dan kualifikasi pendidikan guru" jelas Santi Ambarukmi pada Rapat Koordinasi Strategi Pelatihan PAUD Desa Dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Balai Guru Penggerak Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan, pada 24-26 Juni 2024. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, PAUD HI merupakan salah satu indikator percepatan penurunan stunting. Dalam mengimplementasikan PAUD HI, Bunda PAUD Tana Tidung memiliki inovasi BUSAK PAUD. BUSAK yang dalam bahasa Tidung artinya bunga merupakan akronim dari Tumbuh Sehat, Cerdas, dan Kreatif. Melalui BUSAK PAUD, terjadi sinergitas berbagi pihak dalam pemenuhan kebutuhan esensial anak. Melalui BUSAK PAUD, diketahui status pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang mengalami hambatan pertumbuhan seperti gizi kurang, sangat pendek, sangat kurus, dan lainnya ditindaklanjuti. Orang tua juga dapat mengakses status pertumbuhan anaknya, intervensi yang telah diberikan, dan rekomendasi. "BUSAK PAUD bukan hanya berupa aplikasi tetapi kolaborasi beraksi. Seperti Gerakan Minum Susu (Germinsu) yang dilakukan serentak setiap hari Jumat. Kami anggarkan pembelian susu senilai Rp. 300.000 per anak untuk 1.300 anak PAUD. Ada Dokter Masuk PAUD, Curhat Psikolog, dan Jempol" jelas Bunda PAUD Tana Tidung Dokter Masuk PAUD untuk memotivasi anak agar terbiasa mengonsumsi makanan bergizi. Curhat psikolog merupakan layanan konsultasi kepada Psikolog Profesional bagi orang tua yang anaknya mengalami hambatan pertumbuhan. Sedangkan Jemput Bola (Jempol) merupakan layanan dari Disdukcapil dengan untuk pembuatan Akta Kelahiran dan KIA. Pada kesempatan tersebut, Vamelia juga memaparkan inovasi lainnya yaitu Guru Bahagia. Terdiri dari Guru Sejahtera dengan meningkatkan insentif guru PAUD melalui Dinas Pendidikan dan Pemerintah Desa, Guru Sarjana dengan meningkatkan kualifikasi pendidikan guru PAUD melalui Beasiswa KTT Pintar, dan Guru Kompeten melalui diklat di dalam dan luar daerah serta studi inovasi. Materi presentasi
Peringati Hari Kartini Melalui Karnaval Budaya, Bunda PAUD Harap Kuatkan Fondasi Pendidikan
Peringatan Hari Kartini melalui Karnaval Budaya menjadi momen istimewa bagi anak di Kabupaten Tana Tidung. Pasalnya, anak PAUD bersama Bunda PAUD, orang tua, dan guru mengenakan pakaian daerah berjalan kaki dari Masjid Agung Attaqwa menuju lapangan RTH Tideng Pale. Acara ini turut dihadiri Kabid PAUD, Bunda PAUD Kecamatan, Bunda PAUD Desa, Ketua HIMPAUDI, Ketua IGTKI, Kepala PAUD, serta orang tua murid se-Kabupaten Tana Tidung. Dalam sambutannya, Bunda PAUD Tana Tidung menyampaikan rasa terima kasih kepada semua yang telah turut serta dalam acara ini, baik murid maupun guru PAUD, serta orang tua murid yang telah memberikan warna dan semangat yang luar biasa. "Antusiasme dan dedikasi yang telah ditunjukkan dalam memajukan pendidikan anak-anak kita sungguh luar biasa," ujar Bunda PAUD dengan penuh kebanggaan. Bunda PAUD Tana Tidung juga menekankan komitmennya dalam mendukung perkembangan dan pendidikan anak-anak. Menurutnya, lembaga Paud memegang peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan potensi anak-anak. "Melalui lembaga PAUD, kita tidak hanya menyediakan pendidikan awal, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai Pancasila sejak usia dini, untuk mewujudkan cita-cita besar generasi penerus bangsa," tambahnya. Bunda PAUD juga menyerukan kepada semua pihak untuk bersama-sama menjadikan pendidikan sebagai fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih cerah. "Mari kita terus berkolaborasi dan berupaya keras agar setiap anak dapat mengakses pendidikan yang berkualitas dan menjadi individu yang berpotensi," tutup Bunda PAUD dengan semangat. Dengan semangat yang membara, karnaval budaya ini tidak hanya menjadi momen peringatan Hari Kartini, tetapi juga momentum untuk merayakan keberagaman budaya dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pendidikan anak-anak sebagai investasi masa depan bangsa.